Sungguh yang aku inginkan hanyalah hidup bahagia dengannya dan melupakan semua luka hati yang ada. Dan kita mulai lagi semua dengan sebaik mungkin. Tapi kenapa kurasa tidak mungkin? Mana mungkin bisa bahagia selalu? Dan dengan kamu yang mudah putus asa, aku jadi semakin bingung. Sampai kapan ya akan terus begini? Berharap tanpa ada kepastian akan kembali atau tidak. Aku tidak sabar dengan keputusan terbaik. Aku benci dengan keadaan ini. Mimpiku masih panjang, seandainya kita hidup berdua. Kadang aku teringat dengan mimpi- mimpi kita, aku masih berharap kamu menjadikanku pemeran utama bersamamu. Melibatkan aku di setiap mimpimu, seandainya. Selamat berlibur di tempat yang jauh, lekas pulang dengan hati yang tetap untukku. Semoga selalu dalam lindungan-Nya dan aku selalu berdoa agar kamu selalu ingat aku di setiap langkahmu. Baik- baik kamu, baik- baik aku. Dan baik- baik kita. Lekas sembuh seperti sedia kala :)
flowers
Minggu, 22 Juli 2018
Titik Bifurkasi
Lagi lagi hidupku dihadapkan pada sebuah pilihan. Aku benci ketika dipaksa untuk memilih hal yang sulit. Ketika kamu sebegitunya mencintai sesorang tetapi kamu berpikir bahwa untuk mencintainya adalah suatu hal yang bodoh. Seandainya aku bisa memilih kepada siapa aku hendak menjatuhkan hatiku. Semua mengalir begitu saja. Warna- warni dunia pernah kita lalui bersama. Menyesal? Iya. Kadang aku menyesali beberapa hal dalam hidupku. Dan aku bingung apakah aku juga menyesal sudah jatuh hati pada seseorang sepertimu? Bahkan hatiku sendiri tidak mampu menjawab. Semua penuh keraguan. Aku bahagia denganmu, tadi tidak selalu. Dan kamu mematahkan hatiku, tapi tidak selalu juga. Jadi bagaimana? Kalau harus memilih pergi, aku teringat semua tawa canda yang kita lalui. Dan jika aku memilih bertahan, aku teringat dengan semua luka yang pernah kamu goreskan. Bahkan aku bingung harus meminta apa kepada Tuhan. Hingga akhirnya aku membiarkan Tuhan yang menentukan, "Tuhan, ajari aku ikhlas. Ikhlas melepaskan dirinya, atau ikhlas dengan semua luka yang pernah ia goreskan." Aku bingung, Tuhan tidak segera memberi pertanda. Apakah Tuhan juga sedang bingung?
Langganan:
Postingan (Atom)